Cegah Kecelakaan di Pelabuhan, PMT Bekali 390 Pekerja dengan Edukasi Bahaya Blind Spot

Berita67 Dilihat

BELAWAN – MetroOneNews.com

Keselamatan menjadi perhatian utama PT Prima Multi Terminal (PMT) dalam menjalankan aktivitas operasional di Terminal Belawan. Di tengah padatnya pergerakan alat berat, kendaraan operasional dan pekerja, perusahaan memperkuat kewaspadaan terhadap salah satu potensi bahaya yang kerap muncul di area pelabuhan, yakni blind spot atau titik buta.

Upaya tersebut dilakukan PMT melalui kegiatan Ngobras & Safety Induction Bahaya Titik Buta (Blind Spot) yang diikuti sekitar 390 pekerja di Terminal Belawan.

Kegiatan yang digelar dalam empat sesi tersebut melibatkan operator alat, pengemudi kendaraan operasional hingga pekerja lapangan yang beraktivitas dalam kegiatan bongkar muat.

Para peserta diberikan pemahaman mengenai area blind spot, potensi risiko yang dapat ditimbulkan, serta langkah-langkah mitigasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

Blind spot menjadi perhatian karena merupakan area di sekitar kendaraan maupun alat berat yang tidak dapat terlihat secara langsung oleh operator. Kondisi tersebut menjadi semakin berisiko ketika alat berat, truk dan pekerja bergerak secara bersamaan di kawasan terminal.

Manager Pengelolaan Operasi Terminal 1 PMT, Harlem Susanto Purba, menegaskan bahwa keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab operator alat, melainkan seluruh orang yang berada dan bekerja di lingkungan pelabuhan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran seluruh operator dan pekerja pelabuhan mengenai pentingnya memahami area blind spot. Keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama, sehingga setiap individu harus memahami risiko yang ada dan menerapkan prosedur keselamatan secara disiplin dalam setiap aktivitas operasional,” ujar Harlem.

Menurut Harlem, edukasi keselamatan tidak cukup hanya dilakukan untuk menambah pengetahuan pekerja. Yang lebih penting adalah bagaimana pemahaman tersebut berubah menjadi kebiasaan dan perilaku dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

“Kesadaran terhadap keselamatan harus menjadi budaya dalam setiap aktivitas kerja. Dengan memahami potensi risiko dan mematuhi prosedur yang berlaku, kita dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan menjaga operasional pelabuhan tetap berjalan dengan aman,” katanya.

Pertahankan Catatan Zero Accident

Komitmen terhadap keselamatan kerja tersebut turut tercermin dari capaian K3 PMT di Terminal Belawan yang hingga saat ini mencatatkan nihil kecelakaan kerja atau zero accident.

Capaian itu menjadi modal penting bagi keberlangsungan aktivitas operasional pelabuhan. Namun, PMT tetap mendorong penguatan budaya K3 melalui peningkatan kompetensi pekerja dan edukasi keselamatan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Kegiatan Ngobras & Safety Induction juga tidak sekadar menjadi forum penyampaian materi keselamatan. Forum tersebut dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi antara manajemen dan pekerja untuk berbagi pengalaman serta mengidentifikasi potensi risiko yang ditemukan di lapangan.

Dengan komunikasi yang terbuka, pekerja diharapkan semakin memahami potensi bahaya di lingkungan kerja sekaligus mampu menerapkan langkah pencegahan sesuai prosedur yang berlaku.

Bagi PMT, keselamatan kerja bukan semata-mata persoalan kepatuhan terhadap aturan. Keselamatan membutuhkan kesadaran setiap individu yang terlibat dalam seluruh rangkaian aktivitas operasional.

Pemahaman terhadap titik buta kendaraan dan alat berat menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi operator maupun pekerja di sekitar area operasional.

Melalui edukasi yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, PMT berupaya mempertahankan capaian zero accident sekaligus membangun budaya keselamatan yang semakin kuat di Terminal Belawan.

(EWS)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan