DELI SERDANG,Metroonenews.com – Kabar baik datang dari Kecamatan Hamparan Perak. Warga Klambir Lima Temes, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, bergotong royong membersihkan lapangan sepak bola pada Minggu. Aksi ini menjadi langkah nyata masyarakat untuk menghidupkan kembali fasilitas olahraga yang diharapkan menjadi wadah pembinaan generasi muda.
Dalam kegiatan tersebut, warga membersihkan rumput liar serta puing-puing bekas bangunan yang sebelumnya roboh. Semangat kebersamaan terlihat dari keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat dan kaum emak-emak yang turut berjuang agar lapangan tersebut kembali dapat digunakan untuk kegiatan olahraga.
Sebelumnya, keberadaan lapangan sepak bola Klambir Lima Temes menjadi sorotan setelah muncul persoalan terkait pembangunan tembok dan pagar kawat di area lapangan. Sejumlah warga mempertanyakan pembangunan tersebut karena khawatir dapat mengganggu fungsi lapangan sebagai fasilitas olahraga masyarakat.
Seorang warga bernama Arif disebut dalam keterangan yang disampaikan kepada media terkait pembangunan tembok dan pagar kawat tersebut. Namun, tudingan mengenai dugaan penguasaan lahan oleh mafia tanah maupun motif kepentingan pribadi masih memerlukan klarifikasi dan bukti pendukung dari pihak-pihak terkait.
Persoalan tersebut kemudian memicu aksi protes masyarakat. Warga menginginkan lapangan sepak bola dikembalikan pada fungsi utamanya sebagai tempat berolahraga, mengembangkan bakat, serta membina bibit-bibit pesepak bola muda di lingkungan Klambir Lima Temes.
Bagi masyarakat, lapangan itu bukan sekadar tanah kosong. Keberadaannya dinilai penting untuk memberikan ruang positif bagi anak-anak dan remaja agar dapat mengembangkan kemampuan, membangun kedisiplinan, serta menumbuhkan semangat sportivitas.
Dukungan terhadap pengembangan olahraga di lapangan hijau Klambir Lima Temes juga disebut datang dari Camat Hamparan Perak beserta jajaran. Dukungan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan fasilitas olahraga agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.
Warga berharap lapangan sepak bola tersebut kembali ramai dengan aktivitas olahraga, mulai dari latihan rutin hingga kegiatan pembinaan pemain muda. Dengan demikian, potensi anak-anak setempat dapat dikembangkan dan diarahkan ke kegiatan yang bermanfaat.
Selain meningkatkan kesehatan, kegiatan olahraga juga diharapkan menjadi salah satu upaya membentengi generasi muda dari pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba dan berbagai perilaku menyimpang lainnya.
Persatuan warga, tokoh masyarakat, dan kaum emak-emak menjadi modal penting untuk menjaga keberadaan lapangan tersebut. Masyarakat berharap tidak ada lagi persoalan yang menghambat pemanfaatannya sebagai fasilitas publik.
Kini, melalui semangat gotong royong, warga Klambir Lima Temes berupaya mengembalikan kehidupan lapangan sepak bola sebagai ruang kebersamaan, pembinaan bakat, dan harapan bagi masa depan generasi muda.
(Ibnu)











