Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Cegah Karhutla di Landak,Pasis Sesko TNI LVI Perkuat Kajian Berbasis di Lapangan

Berita17 Dilihat

Landak, Kalimantan Barat — MetroOneNews.com

Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan menghadapi api ketika kebakaran terjadi. Pemahaman terhadap kondisi masyarakat, potensi kerawanan wilayah, pola kejadian, serta kekuatan koordinasi antar pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam membangun strategi penanggulangan yang lebih efektif, Rabu (02/09/2026).

Hal tersebut menjadi salah satu fokus Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler Sesko TNI LVI saat melaksanakan kunjungan lanjutan pengambilan data terkait Karhutla di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, yang berlangsung selama dua hari, sejak 31 Agustus hingga 1 September 2026.

Sebanyak Enam perwira menengah siswa DIKREG Sesko TNI Angkatan LVI langsung turun ke lapangan, dalam kegiatan penyuluhan dan sosialisasi. Tim yang di pimpin langsung oleh Kolonel Inf Gunawan bersama Kolonel Inf Deri I, Kolonel Laut (P) Zul Fahmi, Kolonel Laut (P) Andi S, Kolonel Laut (P) Glory S, dan Kolonel Pas Togap Siburian.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pendidikan dan penyusunan kajian strategis Pasis Sesko TNI LVI. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat persoalan Karhutla secara lebih dekat melalui komunikasi langsung dengan berbagai unsur yang memiliki peran dan pengalaman di wilayah, mulai dari tokoh agama, pemerintah kecamatan hingga perangkat masyarakat di tingkat dusun.

Dalam pelaksanaannya, Pasis berdialog dengan Pendeta Mateos dari GMII sebagai salah satu tokoh agama di Kabupaten Landak. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menggali pandangan mengenai peran tokoh agama dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, sekaligus mendorong edukasi mengenai dampak dan bahaya pembakaran hutan maupun lahan.

Pendekatan melalui tokoh agama dinilai memiliki arti penting karena pesan pencegahan dapat disampaikan melalui ruang-ruang sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan tidak hanya berkaitan dengan persoalan hukum dan keamanan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Dari sisi pemerintahan wilayah, Pasis Sesko TNI LVI juga menggali informasi dari Camat Ngabang, Brian. Pembahasan diarahkan pada kondisi dan potensi kerawanan Karhutla di wilayah Kecamatan Ngabang, termasuk bagaimana kesiapsiagaan masyarakat, pola penanganan ketika terjadi kebakaran, serta mekanisme koordinasi antara pemerintah kecamatan dengan unsur terkait.

Informasi dari tingkat kecamatan tersebut menjadi penting untuk melihat sejauh mana sistem pencegahan dan penanganan Karhutla berjalan di tingkat kewilayahan. Tidak hanya mengenai kemampuan merespons kejadian, tetapi juga bagaimana potensi kebakaran dapat dikenali sejak awal dan langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Untuk memperoleh gambaran yang lebih dekat dengan kondisi masyarakat, Pasis selanjutnya berinteraksi dengan Kepala Dusun Engkadu, Adrianus. Penggalian informasi di tingkat dusun memberikan perspektif lapangan mengenai faktor yang dapat memicu Karhutla, tingkat pemahaman masyarakat, serta bentuk keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran.

Pendekatan langsung hingga tingkat masyarakat tersebut menjadi bagian penting dari proses pengumpulan data. Sebab, strategi penanggulangan Karhutla yang efektif perlu disusun berdasarkan kondisi nyata di lapangan dan tidak hanya bertumpu pada perspektif kelembagaan.

Dari rangkaian kunjungan tersebut terlihat bahwa persoalan Karhutla memiliki dimensi yang luas. Pencegahan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara berkesinambungan, mulai dari pemerintah daerah, aparat kewilayahan, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga warga yang berada di wilayah rawan.

Karena itu, penguatan langkah preventif menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian. Edukasi kepada masyarakat, peningkatan kepedulian terhadap lingkungan, deteksi dini, kesiapsiagaan, pemberdayaan masyarakat serta komunikasi lintas sektor merupakan rangkaian yang saling berkaitan dalam membangun sistem pencegahan Karhutla.

Bagi Pasis Sesko TNI LVI, kunjungan lapangan di Kabupaten Landak juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana kebijakan dan konsep penanggulangan Karhutla berhadapan dengan kondisi faktual di wilayah. Data dan masukan yang diperoleh selanjutnya menjadi bahan dalam memperkaya kajian strategis yang disusun dalam rangka mendukung proses pendidikan di Sesko TNI.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keberhasilan pencegahan Karhutla sangat ditentukan oleh kemampuan membangun kesamaan pemahaman dan pola tindakan di antara seluruh unsur. Ketika pemerintah, aparat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan warga memiliki kepedulian serta mekanisme koordinasi yang kuat, potensi kebakaran dapat ditekan sejak dari sumbernya.

Hasil pengambilan data di Kabupaten Landak diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai karakteristik permasalahan Karhutla di wilayah, sekaligus menjadi bahan untuk merumuskan pendekatan penanggulangan yang lebih terpadu, adaptif dan berkelanjutan.

Melalui kunjungan tersebut, Pasis Sesko TNI LVI tidak hanya memperoleh data untuk kepentingan kajian pendidikan, tetapi juga menangkap pentingnya membangun budaya pencegahan di tengah masyarakat. Menjaga hutan dan lahan dari ancaman kebakaran pada akhirnya bukan semata-mata tugas satu institusi, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian, kesiapsiagaan dan sinergi seluruh komponen bangsa.

(EWS)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan