Tantangan Jurnalisme Online di Era Digital: Regulasi, Keberanian Bersuara, dan Integritas Pers

Uncategorized28 Dilihat

 

 

Metro One News, Medan – Ikatan Media Online IMO Sumatra Utara menggelar Ngobrol Pintar Berkualitas bersama nama sumber Asyari Usman Jurnalis senior Sumatra Utara di Mie Ayam Jamur Haji Mahmud Jalan Abdulah Lubis Medan, Jumat 9/10/2026.

Ketua IMO Sumatra Utara yang juga pemilik Media Online Penasumut.id didampingi Sekretaris Harun Al Rasyid yang juga pemilik Media Online BBINews.com dan Bendahara Masri Efendi Siregar SP.d pemilik Media Online Metroonenews.com menyampaikan dalam pertemuan ini, membahas tantangan Jurnalisme Online Era Digital , Media Online Integritas dalam pemberitaan dan Etika profesionalisme wartawan.

Acara di hadiri oleh Pemilik Media di antaranya, Nurhalim tanjung Pemred gosujut.com maskur abdulah Redpel waspadaaceh.com Ansyari Usman. Pemimpin Umum freedomnewscom Azril Marydha Redpel Medanpos.com, Syahdan Pemred Metroonenews.com, Johan Merdeka DetikKompas.com Hendrik Purba pemilik BicaraNews.com dan beberapa pimpinan Media lainnya.

Dalam dialog yang disampaikan Asyari Usman, kita semua berada dalam satu profesi dan memiliki kepentingan yang sama, yakni membangun komunikasi, menyampaikan informasi, serta memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Di antara kita mungkin ada yang berasal dari dunia jurnalistik, jaringan bisnis, aktivisme, maupun pernah terlibat dalam pemerintahan.

Hal inilah yang membuat pertemuan kita menjadi menarik. Kita memiliki latar belakang berbeda, tetapi dapat saling berbagi pengalaman dan pemikiran.

Saya membaca dalam selebaran kegiatan ini terdapat tiga tema diskusi utama.

Pertama, tantangan jurnalisme online di era digital.

Kedua, media online dan integritas pemerintahan.

Ketiga, etika dan profesionalisme jurnalistik.

Menurut saya, ketiga tema ini sangat penting untuk dibahas. Namun, ada dua persoalan yang ingin kita fokuskan lebih jauh, yaitu tantangan jurnalisme online dan hubungan media online dengan integritas pemerintahan.

Untuk persoalan etika dan profesionalisme, saya berharap kita semua, terutama adik-adik yang masih aktif mengelola media, dapat terus menjaga nilai-nilai dasar jurnalistik. Saya mungkin termasuk yang paling tua di ruangan ini. Usia saya sekarang 69 tahun. Karena itu, izinkan saya berbagi pengalaman sekaligus belajar dari pengalaman rekan-rekan semua.

Tantangan Nyata Pengelola Media Online
Sekarang kita masuk pada persoalan pertama: apa sebenarnya tantangan terbesar dalam mengelola media online?

Bapak dan Ibu sekalian tentu sudah memahami bahwa tantangan mengelola media online sangat banyak. Sejak bangun tidur sampai kembali beristirahat, pengelola media selalu berhadapan dengan berbagai persoalan.

Namun, yang ingin kita diskusikan bukan sekadar banyaknya tantangan, melainkan tantangan paling berat yang benar-benar dihadapi oleh pengelola media online.

Apakah persoalannya terletak pada regulasi pemerintah, keterbatasan anggaran, persaingan antarmedia, tekanan dari pihak tertentu, akses terhadap informasi, atau persoalan lain?

Kita juga perlu memahami bahwa tantangan media online di Medan belum tentu sama dengan tantangan media di Jakarta, Kuala Lumpur, Singapura, Belanda, Inggris, maupun Amerika Serikat.

Karena itu, saya ingin diskusi ini berjalan secara interaktif. Setiap peserta, khususnya pengelola media online, dapat menyampaikan satu, dua, atau tiga tantangan yang paling sering dihadapi.

Dari situ, kita dapat membandingkan persoalan antarmedia, mengetahui kemampuan masing-masing dalam mengatasinya, serta mencari solusi yang dapat diterapkan bersama.

Sebab, diskusi ini bukan forum satu arah. Kita berkumpul untuk bertukar pikiran, mendengarkan pengalaman, dan mencari jalan keluar.

Keberanian Menyampaikan Kebenaran
Dalam diskusi tadi, ada peserta yang menyampaikan bahwa dirinya tertarik terhadap dunia media dan pemberitaan, tetapi belum memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.

Ia merasa bahwa menyuarakan persoalan di tengah masyarakat memiliki risiko tersendiri.

Hal ini menjadi catatan penting bagi kita semua.

Keberanian menyampaikan kebenaran merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, keberanian tersebut juga harus disertai pengetahuan, pemahaman hukum, verifikasi informasi, serta tanggung jawab terhadap apa yang disampaikan.

Media harus mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional, tanpa mengabaikan keselamatan, etika, dan ketentuan hukum yang berlaku.

Karena itu, kita perlu mendiskusikan bagaimana membangun keberanian bersuara, melindungi independensi jurnalistik, dan memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar berdasarkan fakta.

Regulasi Pemerintah dan Kebebasan Pers
Asyari Usman juga menyampaikan, persoalan yang dihadapi adalah regulasi pemerintah, termasuk persoalan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan berbagai ketentuan yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Ia berpandangan, bahwa pelaksanaan kegiatan jurnalistik harus mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta memperhatikan kompetensi dan kapasitas seseorang dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Pandangan ini perlu menjadi bahan pembahasan bersama. Kita harus memahami secara tepat perbedaan antara ketentuan undang-undang, standar profesional, mekanisme pengujian kompetensi, dan persyaratan administratif yang mungkin diterapkan oleh instansi tertentu.

Tujuannya bukan untuk mempertentangkan kebebasan pers dengan profesionalisme, melainkan mencari titik temu agar keduanya berjalan beriringan.

Pers yang merdeka harus tetap profesional, sedangkan profesionalisme tidak boleh dijadikan alasan untuk membatasi kebebasan pers secara sewenang-wenang.

Penutup Pengantar Diskusi
Bapak dan Ibu sekalian, dari pembicaraan ini kita dapat melihat bahwa tantangan media online tidak hanya berkaitan dengan teknologi dan persaingan bisnis.

Ada pula persoalan regulasi, kompetensi wartawan, keberanian menyampaikan fakta, independensi media, serta hubungan antara pers dan pemerintahan.

Oleh karena itu, saya berharap setiap peserta dapat menyampaikan pengalaman nyata yang pernah dihadapi. Setelah kita mengetahui persoalannya, barulah kita membicarakan solusi yang tepat.

Jangan sampai kita berkumpul hanya untuk berbicara, tetapi tidak menghasilkan pemahaman maupun langkah perbaikan.

Mari kita jadikan forum ini sebagai ruang berbagi pengalaman, memperkuat integritas, menjaga etika, dan membangun jurnalisme online yang independen, profesional, serta berpihak pada kepentingan masyarakat. (Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan