Sumut – MetroOneNews.com
Gelombang kritik terhadap penanganan peredaran narkotika di Sumatera Utara kembali mencuat. Kali ini, organisasi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sumut mendesak Kapolda Sumut melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Polres Labuhanbatu menyusul viralnya aksi seorang wanita paruh baya yang melakukan penggerebekan mandiri terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas narkotika.
Sekretaris LMND Sumut, Rahmat Situmorang, menilai peristiwa tersebut menjadi sorotan serius karena menunjukkan keresahan masyarakat terhadap pemberantasan narkotika di daerah.
“Ketika masyarakat bergerak sendiri dan peristiwa itu menjadi perhatian publik, ini harus menjadi bahan evaluasi besar bagi aparat penegak hukum,” ujarnya.
Menurut LMND, kasus ini tidak dapat dipandang sebagai kejadian biasa. Mereka menilai kepercayaan publik terhadap aparat berpotensi menurun apabila penanganan terhadap dugaan peredaran narkotika dianggap lambat atau baru dilakukan setelah viral di media sosial.
Perhatian publik tertuju pada dua peristiwa yang ramai diperbincangkan di wilayah Labuhanbatu Utara. Dalam video yang beredar, tampak aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dan muncul penyebutan nama sejumlah pihak yang disebut warga. Namun hingga kini belum ada putusan hukum yang menetapkan keterlibatan pihak-pihak tersebut.
LMND menyatakan siap mengawal perkembangan kasus dan meminta aparat bertindak transparan serta profesional dalam proses penyelidikan.
Sebelumnya, seorang wanita paruh baya menjadi sorotan nasional setelah videonya saat mendatangi lokasi yang diduga sebagai barak narkotika di Kecamatan Kualuh Hulu beredar luas.
Aksi tersebut memicu berbagai reaksi publik dan kembali membuka diskusi mengenai efektivitas pemberantasan narkotika di tingkat daerah.
Saat dikonfirmasi media terkait informasi yang beredar, Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu memberikan respons singkat dengan menyampaikan apresiasi atas informasi yang diterima.
Di tengah meningkatnya sorotan publik ini, berbagai pihak kini menunggu langkah lanjutan aparat untuk memastikan proses hukum berjalan berdasarkan fakta dan pembuktian yang sah.
(Tim)














