Air Mata Tukang Becak & Penjual Balon Pecah Saat Dapat Beras Jumat Berkah dari Tim KSJ H. Ikhwan Lubis

Berita6 Dilihat

MEDAN – MetroOneNews.com

Pemandangan mengharukan terjadi di tengah hiruk pikuk Kota Medan, Jumat (05/09/2026). Di saat banyak orang menikmati libur, Tim Jurnalis Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) binaan pejuang duafa H. Ikhwan Lubis, SH., MH., turun langsung ke jalanan menyasar warga paling membutuhkan.

Bukan di gedung mewah, sedekah Jumat kali ini dilakukan secara road action menyisir jalanan. Sasarannya adalah mereka yang tetap bertahan hidup di kerasnya jalanan: tukang becak dayung yang sepi penumpang, kakek penjahit sepatu, pemulung bersepeda, hingga ibu dan anak penjual balon.

Aksi pertama dimulai di kawasan Mabar Hilir, Medan Deli. Tim yang dikoordinatori Boim menemui Pak Yulistyo (69), seorang kakek penjahit sepatu yang setia mangkal di pinggir jalan. Dengan tangan bergetar, ia menerima karung beras dari KSJ.

Perjalanan berlanjut ke Jalan KL. Yos Sudarso, Glugur, hingga simpang Karantina dan Pulau Brayan. Di sana, wajah-wajah lelah para penarik becak dayung seperti Pak Marullah, Janto Harianja, Buyung, dan Madun Siregar langsung berubah cerah.

“Alhamdulillah Terimakasih ya.. Pak, semoga keluarga Pak Pembina KSJ H. Ikhwan Lubis senantiasa ditambahkan rezekinya dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” ucap Pak Buyung dengan mata berkaca-kaca. Ia mengaku hingga siang itu belum satu pun penumpang naik ke becaknya, kalah saing dengan becak mesin.

Momen paling menyentuh terjadi di Jalan Krakatau Medan. Seorang ibu yang bersama anaknya berjualan balon tak kuasa menahan haru. Saat beras diserahkan, ia langsung menjunjung dan mencium karung beras tersebut. Balon jualannya belum laku satu pun hari itu.

Tangis haru juga datang dari Pak Iskandar Syam, pemulung barang bekas bersepeda di kawasan Brayan. Sambil memeluk erat bantuan beras, ia curhat pilu.

“Baru bantuan beras dari KSJ inilah yang saya terima, kalo bantuan dari Pemerintah saya belum ada menerima padahal kemarin ada bantuan 3 goni beras bagi warga miskin di Kota Medan,” keluh Iskandar.

Tim Jurnalis KSJ yang terdiri dari Gus Leo, Abdullah, dan Boim menegaskan kegiatan ini akan terus istiqomah menyasar duafa pekerja jalanan, janda, dan anak yatim yang luput dari perhatian.

Pendiri KSJ, H. Ikhwan Lubis, SH., MH., yang akrab disapa Pejuang Duafa, berpesan agar KSJ tidak hanya menjadi organisasi sosial, tapi menjadi mata untuk semua fakir miskin.

“Kita harus komitmen walau saat ini tanpa adanya donasi kita harus siap menjalankannya tanpa pernah berhenti. KSJ harus bisa menjadi amanah untuk orang-orang yang benar-benar membutuhkan,” tegas H. Ikhwan Lubis.

(EWS)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan