Pelindo Libatkan Warga Belawan Bahas Rencana Pengerukan dan Pengembangan Pelabuhan

Berita270 Dilihat

BELAWAN – MetroOneNews.com

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait rencana pengembangan dan pengoperasian kawasan Pelabuhan Belawan. Hal tersebut dilakukan melalui konsultasi publik sebagai bagian dari proses penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Medan Belawan itu membahas rencana pengerukan area kolam pelabuhan dan alur pelayaran, termasuk rencana penempatan material hasil pengerukan atau dumping.
Konsultasi publik tersebut dihadiri berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kota Medan, KSOP Utama Belawan, Kecamatan Medan Belawan, perangkat kelurahan di wilayah Belawan, unsur TNI dan Polri, organisasi serta kelompok nelayan, tokoh masyarakat hingga warga sekitar.

Melalui forum tersebut, Pelindo menyampaikan informasi mengenai rencana kegiatan sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan saran, pendapat dan tanggapan. Masukan tersebut selanjutnya menjadi bagian dalam proses penyusunan dokumen AMDAL.

Manager HSSE Regional 1 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), M. Ismail Syahputra Ritonga, yang mewakili Pelindo dalam konsultasi publik, mengatakan keterlibatan masyarakat sangat penting untuk memastikan rencana kegiatan dapat berjalan dengan memperhatikan kepentingan lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang valid terkait rencana kegiatan kepelabuhanan, khususnya di wilayah perairan, sekaligus memberikan ruang diskusi untuk menerima masukan dari masyarakat. Sehingga kegiatan jasa kepelabuhanan dapat berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat,” ujar Ismail.

Dalam sesi diskusi, masyarakat menyampaikan sejumlah masukan dan perhatian. Di antaranya mengenai aktivitas serta wilayah tangkap nelayan, lokasi penempatan material hasil pengerukan, potensi dampak terhadap lingkungan pesisir dan kegiatan perikanan, serta aspek keselamatan selama pekerjaan berlangsung.

Masyarakat juga berharap rencana pengerukan dapat memberikan dampak positif terhadap kelancaran aktivitas pelayaran, khususnya dalam menjaga kedalaman alur sehingga pelayanan kapal di Pelabuhan Belawan dapat berjalan lebih optimal.

Sementara itu, Executive General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan, Yusrizal, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam tahapan perencanaan kegiatan.

“Konsultasi publik menjadi ruang bagi kami untuk menyampaikan rencana kegiatan sekaligus mendengar secara langsung masukan dari masyarakat dan para pemangku kepentingan. Masukan yang disampaikan menjadi bagian penting dalam proses penyusunan AMDAL agar rencana kegiatan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial di sekitar Pelabuhan Belawan,” kata Yusrizal.

Rencana pengerukan kolam pelabuhan dan alur pelayaran merupakan salah satu upaya menjaga kesiapan infrastruktur perairan Pelabuhan Belawan. Pengerukan diharapkan dapat mendukung keselamatan dan kelancaran pelayanan kapal serta menunjang aktivitas kepelabuhanan.

Dalam proses perencanaannya, Pelindo menyatakan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta mengikuti tahapan dan ketentuan yang berlaku, termasuk memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.
Melalui konsultasi publik ini, Pelindo Regional 1 Belawan menegaskan komitmennya untuk mendorong pengembangan Pelabuhan Belawan secara berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, kepentingan masyarakat pesisir dan kebutuhan pelayanan kepelabuhanan.

(EWS)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan