Prajurit TNI dan Warga Berjibaku di Tengah Kepungan Api Hutan Ngrayun

Berita11 Dilihat

Ponorogo – MetroOneNews.com

Kobaran api membara di kawasan hutan Petak 22 A1 KPH Lawu BKPH Wilis Selatan, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (5/9/2026).

Di tengah kepungan asap dan tiupan angin kencang, sejumlah prajurit TNI dari Koramil Ngrayun, jajaran Korem 081/DSJ, bersama warga berjibaku berusaha menjinakkan kobaran api yang membakar lahan milik Perhutani tersebut.

Dengan peralatan seadanya, mereka tak henti-hentinya memukul kobaran api menggunakan ranting-ranting yang tersedia di sekitar lokasi. Upaya pemadaman juga dilakukan dengan menyemprotkan air menggunakan alat yang biasa digunakan warga untuk menyemprot hama tanaman.

“Anggota kami dan warga memadamkan api dengan ranting-ranting yang ada di sekitar maupun dengan semprotan air yang biasa digunakan untuk penyemprotan hama,” kata Danramil Ngrayun Kapten Inf Parwoto saat dikonfirmasi.

Namun, upaya tersebut bukan tanpa kendala. Tiupan angin yang cukup kencang membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan. Api dengan cepat menjalar, terlebih kondisi kawasan yang dipenuhi dahan dan dedaunan kering yang mudah terbakar.

“Tiupan angin sangat besar sekali, membuat kobaran api semakin besar. Apalagi juga banyak dahan-dahan dan dedaunan kering yang sangat mudah terbakar,” jelasnya.

Hingga petang, perjuangan prajurit TNI bersama warga masih terus dilakukan. Kobaran api bahkan dilaporkan mulai merambat ke petak hutan di sebelahnya.

“Api terus meluas hingga ke petak sebelahnya,” ungkap Parwoto.

Selain angin kencang dan material kering yang mudah terbakar, kondisi medan turut menjadi tantangan tersendiri. Lokasi kebakaran yang berada di kawasan hutan pinus dengan akses terbatas membuat kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) kesulitan menjangkau titik api.

“Kondisi lokasi juga sulit dilalui kendaraan Damkar, sehingga penanganannya semakin terkendala. Meski begitu, kami terus berupaya agar api tidak semakin meluas,” pungkasnya.

(EWS

banner 336x280

Tinggalkan Balasan