Tak Lagi Memutar 5 Kilometer, Jembatan Garuda Buka Jalan Baru bagi Warga Surabaya

Berita38 Dilihat

SURABAYA – MetroOneNews.com

Kehadiran Jembatan Gantung Garuda di Genting Kalianak, Surabaya, membuka akses baru bagi masyarakat sekaligus memangkas jarak tempuh warga yang selama ini harus memutar beberapa kilometer untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI Angkatan Darat (TNI AD) membantu membuka akses masyarakat di wilayah yang membutuhkan.

Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. meninjau langsung Jembatan Gantung Garuda tersebut, Rabu (2/9/2026). Dalam kunjungannya, Kasad melihat kondisi jembatan sekaligus manfaatnya bagi mobilitas masyarakat di sekitar Genting Kalianak.

Kasad mengatakan, kebutuhan terhadap jembatan seperti ini salah satunya berangkat dari pengalaman TNI AD saat membantu penanganan bencana di Aceh. Ketiadaan jembatan membuat pergerakan personel maupun distribusi logistik harus menempuh jarak yang lebih jauh. “Pengalaman kita di Aceh, ketika ada bencana, karena jembatan tidak ada, kita harus memutar lima sampai enam kilometer untuk membawa logistik,” ujarnya.

Menurut Kasad, kondisi serupa menunjukkan bahwa keberadaan jembatan, meskipun dibangun secara sederhana, dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Jembatan Gantung Garuda dinilai efektif membuka akses yang sebelumnya sulit dilalui dan memudahkan aktivitas warga. “Jembatan ini ternyata cukup efektif untuk membantu membuka akses masyarakat,” kata Kasad.

Ia menambahkan, masih terdapat masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, yang harus melintasi sungai atau menggunakan jembatan dengan kondisi yang sudah tidak layak. Karena itu, TNI AD berupaya membantu menghadirkan akses sederhana yang dapat langsung digunakan masyarakat.

“Masih banyak masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, yang harus melintasi sungai atau menggunakan jembatan yang kondisinya sudah rusak,” ujarnya.

Kasad menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto kepada TNI untuk membantu pembangunan jembatan di berbagai wilayah. Kehadiran TNI AD dalam pembangunan infrastruktur tersebut bukan untuk mengambil alih program pemerintah daerah, melainkan membantu masyarakat yang memang membutuhkan akses.

“Kita membangun jembatan sederhana, yang penting akses masyarakat bisa terbuka dan aktivitas mereka menjadi lebih mudah,” tegasnya. “Ini bukan untuk menggantikan program pemerintah daerah, tetapi membantu masyarakat yang memang membutuhkan akses,” pungkas Kasad.

Melalui pembangunan infrastruktur sederhana namun memiliki manfaat langsung, TNI AD terus berupaya hadir di tengah masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

(EWS)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan