Turun Langsung ke Lapangan, Dalami Karhutla Mandor Jadi Sorotan Pasis Sesko TNI Angkatan LVI di Landak

Berita46 Dilihat

Landak, Kalimantan Barat – MetroOneNews.Com

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Landak menjadi perhatian Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) Sesko TNI LVI. Untuk melihat kondisi secara lebih utuh, para Pasis turun langsung ke wilayah Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, guna memantau kawasan yang terdampak kebakaran, Kamis (03/09/2026)

Kunjungan lapangan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan pendidikan, tetapi juga dimanfaatkan untuk melihat secara nyata persoalan Karhutla yang dihadapi masyarakat dan pemerintah di tingkat daerah. Kondisi di lapangan menjadi bahan penting bagi para Pasis dalam memahami bagaimana ancaman kebakaran dapat berkembang serta sejauh mana upaya penanggulangan telah berjalan.

Setibanya di lokasi, para Pasis melakukan peninjauan terhadap kawasan yang terdampak kebakaran. Mereka mengamati kondisi lahan, karakteristik lingkungan sekitar, serta berbagai situasi yang berpotensi memengaruhi penyebaran api. Informasi lapangan juga dihimpun dari unsur-unsur terkait untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai kejadian Karhutla tersebut.

Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam pemantauan, mulai dari kondisi lahan yang terbakar, kemungkinan faktor pemicu, potensi meluasnya titik api, hingga langkah penanganan yang telah dilakukan. Pengamatan secara langsung dinilai penting karena memberikan data faktual yang tidak hanya bersumber dari laporan, tetapi juga berdasarkan situasi yang ditemukan di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, perhatian juga diarahkan pada pola koordinasi berbagai pihak dalam menghadapi ancaman Karhutla. Pemerintah daerah, unsur TNI dan Polri, perangkat kecamatan, pemerintah desa hingga masyarakat memiliki peran yang saling berkaitan dalam upaya mencegah dan mengatasi kebakaran.

Sinergi antarlembaga menjadi salah satu aspek penting yang dipelajari para Pasis. Penanggulangan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu institusi secara sendiri-sendiri, mengingat persoalan kebakaran hutan dan lahan berkaitan dengan kondisi lingkungan, aktivitas masyarakat, kesiapan sumber daya, akses menuju lokasi, hingga kecepatan respons ketika muncul titik api.

Dari pemantauan tersebut, para Pasis juga berupaya mengidentifikasi berbagai kendala yang muncul dalam penanganan Karhutla. Persoalan yang ditemukan di lapangan menjadi bahan untuk melihat kebutuhan penguatan koordinasi, kesiapsiagaan, pencegahan, serta pola penanganan yang lebih terintegrasi.

Bagi Pasis Dikreg Sesko TNI LVI, kegiatan ini memiliki arti penting dalam proses pembentukan kemampuan berpikir strategis. Pengalaman melihat langsung persoalan di wilayah memungkinkan para perwira memperoleh perspektif yang lebih konkret mengenai hubungan antara kondisi lapangan dengan kebijakan dan strategi penanggulangan bencana.

Data primer yang diperoleh selama pemantauan selanjutnya akan menjadi bagian dari bahan analisis dan kajian strategis dalam proses pendidikan di Sesko TNI. Kajian tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemetaan persoalan, tetapi juga mampu menghasilkan alternatif pemikiran yang dapat mendukung peningkatan efektivitas penanganan Karhutla.

Pemantauan di Kecamatan Mandor sekaligus memperlihatkan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan bersama dan kesiapsiagaan yang berkelanjutan. Penguatan komunikasi antara pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar potensi kebakaran dapat diantisipasi sedini mungkin.

Dengan melihat kondisi secara langsung, Pasis Dikreg Sesko TNI LVI diharapkan semakin mampu menghubungkan fakta di lapangan dengan kebutuhan penanganan pada tingkat strategis. Hasil pembelajaran tersebut nantinya dapat menjadi kontribusi pemikiran dalam mendukung berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla, khususnya di wilayah Kalimantan Barat.

Kegiatan lapangan di Landak juga menegaskan pentingnya pendekatan terpadu dalam menghadapi persoalan Karhutla. Selain respons ketika kebakaran terjadi, langkah pencegahan, deteksi dini, kesiapan personel, koordinasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat perlu terus diperkuat agar ancaman kebakaran tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

(EWS)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan