TANGERANG SELATAN – Insiden penembakan yang menewaskan seorang anggota Polri terjadi di Markas Komando Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 04.40 WIB.
Korban diketahui bernama Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai, anggota Direktorat Kepolisian Udara (Ditpoludara). Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian setelah seorang anggota Polri berinisial AR ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penembakan tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan adanya peristiwa yang merenggut nyawa anggota Polri tersebut. Pihak kepolisian menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang ditinggalkan.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya salah satu anggota Polri. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).
Penyidik Dalami Motif Penembakan
Berdasarkan laporan awal Kasipropam Korpolairud Baharkam Polri kepada pimpinan Korpolairud, insiden tersebut terjadi di ruang pemadam kebakaran Ditpoludara, Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
Bharada Valdo diketahui bertugas sebagai tenaga administrasi pada bagian Pamperslog Ditpoludara.
Hingga keterangan disampaikan, motif penembakan tersebut masih dalam pendalaman penyidik. Polisi juga belum mengungkap secara terperinci kronologi kejadian maupun hal-hal yang melatarbelakangi insiden tersebut.
Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan mendalami rangkaian peristiwa guna memastikan bagaimana penembakan itu terjadi serta mengungkap fakta-fakta yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Tersangka Diperiksa, Polda Metro Jaya Janji Transparan
Anggota Polri berinisial AR yang diduga sebagai pelaku telah diamankan dan menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Penanganan perkara ini dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh peristiwa yang menyebabkan Bharada Valdo meninggal dunia.
Budi Hermanto menegaskan, Polda Metro Jaya berkomitmen menangani kasus tersebut secara profesional, objektif, dan akuntabel.
“Setiap perkembangan akan disampaikan kepada publik berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta yang telah terverifikasi,” ujarnya.
Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan sesama anggota Polri dan terjadi di lingkungan markas kepolisian. Publik kini menantikan hasil penyelidikan untuk mengetahui motif, kronologi, serta pertanggungjawaban hukum pihak yang terlibat.
Polda Metro Jaya masih terus mendalami perkara tersebut. Kepolisian diharapkan dapat mengungkap fakta secara terang berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti-bukti yang ditemukan dalam proses penyidikan. (Red)











