Ketua MPC PP Deli Serdang Junaidi SH Desak Polisi Ungkap Aktor Intelektual Penembakan Doni Pacek

Uncategorized84 Dilihat

Metro One News, DELI SERDANG, Metro One News – Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Deli Serdang, Junaidi SH, mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus penembakan yang menewaskan Doni alias Doni Pacek dan melukai dua orang lainnya di Dusun IV, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Junaidi SH, yang akrab disapa Jhon Key, meminta polisi tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap dugaan aktor intelektual yang berada di balik peristiwa berdarah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Junaidi di depan Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan, Senin (19/10/2026).

“ Saya meminta kepolisian mengusut kasus ini sampai tuntas, termasuk mengungkap siapa aktor intelektual di balik penembakan tersebut. Jangan sampai kasus ini berhenti hanya pada pelaku yang yang sudah diamankan,” tegas Junaidi.

Junaidi, yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang, menilai peristiwa tersebut merupakan tindakan serius yang harus ditangani secara profesional. Terlebih, pelaku diduga menggunakan senjata api dalam menjalankan aksinya.

Ia pun meminta Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Sonny Irawan S.I.K., M.H., memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut agar seluruh pihak yang terbukti terlibat dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Saya meminta Kapolda Sumut menjadikan kasus ini sebagai perhatian khusus. Penembakan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang lainnya terluka harus diusut secara menyeluruh,” ujarnya.

Menurut Junaidi, pihaknya juga mengharapkan kepolisian mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain serta menelusuri latar belakang kejadian tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa semua dugaan harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan kepolisian.

Di tengah situasi tersebut, Junaidi mengimbau seluruh kader Pemuda Pancasila agar tetap menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.

“Saya meminta seluruh kader Pemuda Pancasila tetap tenang, menahan diri, dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada kepolisian. Kita harus menghormati proses hukum dan tidak mengambil tindakan sendiri,” tegasnya.

Ia berharap aparat penegak hukum segera mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian, motif penembakan, serta identitas seluruh pihak yang bertanggung jawab.

Peristiwa penembakan di Dusun IV, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, tersebut mengakibatkan Doni alias Doni Pacek meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka pada Minggu malam (18/10/2026) sekitar pukul 20.30.Wib.

Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan dugaan penggunaan senjata api dan menimbulkan korban jiwa. Masyarakat kini menantikan langkah kepolisian untuk mengungkap fakta di balik kejadian tersebut serta memastikan seluruh proses hukum berjalan secara transparan dan profesional. (Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan