BPBD Medan Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan dan Mitigasi Mandiri

Uncategorized69 Dilihat

MEDAN, Metro One News – Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi pada 23–25 Oktober 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hujan lebat, banjir, angin kencang, hingga sambaran petir.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Medan, Yunita Sari, menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan tindakan antisipasi dari masyarakat untuk melindungi diri serta keluarga.

“Yang pertama, tetap jaga kesehatan. Kemudian, dalam penyelamatan, selamatkan diri sendiri terlebih dahulu, baru kita menyelamatkan keluarga dan lingkungan,” ujar Yunita Sari saat dikonfirmasi, Jumat (23/10/2026).

Menurut Yunita, berdasarkan informasi BMKG, puncak musim hujan diprakirakan berlangsung pada November hingga Desember 2026. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak lengah dan mulai mempersiapkan berbagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana.

Warga Diminta Siapkan Tas Siaga Bencana

Yunita mengimbau setiap keluarga menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, pakaian ganti, serta kebutuhan dasar lainnya. Bagi keluarga yang memiliki bayi, perlengkapan seperti susu, popok, dan kebutuhan khusus anak juga perlu disiapkan agar mudah dibawa ketika keadaan darurat terjadi.

Khusus warga yang bermukim di kawasan rawan banjir, ia meminta agar segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi apabila kondisi air mulai meningkat. Masyarakat juga perlu mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul aman di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, ketika terjadi angin kencang, masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, maupun bangunan yang berpotensi roboh. Aktivitas di luar rumah sebaiknya dibatasi jika tidak mendesak, terutama saat hujan lebat disertai petir.

Selain itu, kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian bersama. Warga diimbau tidak membuang sampah sembarangan dan rutin membersihkan saluran drainase agar aliran air tetap lancar serta risiko genangan dapat ditekan.

“Kalau kita jaga alam, alam akan jaga kita,” ungkapnya.

BPBD Perkuat Peralatan dan Kesiapsiagaan Personel

Di sisi lain, BPBD Kota Medan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Yunita menjelaskan, sesuai arahan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, pihaknya melakukan penguatan sarana dan prasarana penanganan bencana, termasuk penambahan perahu evakuasi serta peningkatan kemampuan armada kendaraan operasional.

Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman penanganan banjir sebelumnya, ketika tingginya genangan air sempat menjadi kendala bagi kendaraan operasional petugas dan menghambat mobilitas menuju lokasi terdampak.

Dengan peningkatan kemampuan peralatan tersebut, BPBD berharap petugas dapat menjangkau kawasan terdampak secara lebih efektif, termasuk ketika banjir menghambat akses jalan.

Dari sisi sumber daya manusia, sebanyak 53 anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) disiagakan di Markas Komando (Mako) BPBD Kota Medan. Penempatan personel secara terpusat bertujuan mempercepat pengerahan petugas ke lokasi kejadian apabila terjadi situasi darurat.

“Petugas akan dikerahkan bersama perahu dan logistik pendukung untuk membantu penanganan bencana serta mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan,” ucap Yunita.

Masyarakat Diminta Pantau Informasi Cuaca

Yunita menegaskan, kesiapsiagaan dan respons cepat menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko serta dampak bencana. Oleh sebab itu, masyarakat diminta terus memantau perkembangan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG maupun BPBD Kota Medan.

Warga yang ingin melaporkan kejadian bencana atau membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Medan melalui WhatsApp Call Center di nomor 0813-7080-0880.

BPBD Kota Medan berharap kesiapan personel, dukungan peralatan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan mitigasi mandiri dapat mempercepat penanganan bencana dan menjaga keselamatan warga di tengah potensi cuaca ekstrem.

Kewaspadaan sejak dini menjadi langkah penting agar masyarakat tidak hanya siap menghadapi kemungkinan bencana, tetapi juga mampu mengurangi risiko dan melindungi kelompok rentan, khususnya anak-anak, lansia, serta warga yang tinggal di kawasan rawan banjir. (Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan