Antisipasi Banjir, Pemko Medan Siapkan Lebih dari 200 Lokasi Pengungsian, Rico Waas Perkuat Kesiapsiagaan

Uncategorized17 Dilihat

 

Medan, Metro One News – Pemko Medan telah menginventarisasi lebih dari 200 lokasi pengungsian untuk mengantisipasi banjir yang berpotensi terjadi pada musim hujan. Setiap lokasi telah dilengkapi data penanggung jawab dan nomor kontak guna mempercepat koordinasi serta penanganan warga terdampak. Selain itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memperkuat kesiapsiagaan melalui koordinasi lintas instansi, pembersihan drainase, dan rencana penguatan layanan kesehatan.

Rico Waas mengatakan, kesiapsiagaan tersebut diperkuat setelah empat kecamatan di Kota Medan terdampak banjir. Saat kejadian, petugas BPBD bersama perangkat kewilayahan langsung disiagakan, terutama di kawasan permukiman yang berada dekat aliran sungai. Langkah awal yang dilakukan meliputi evakuasi warga dan penyaluran bantuan pangan sementara bagi masyarakat terdampak.

Hal itu disampaikan Rico Waas seusai mengambil sumpah dan melantik Erisda Hutasoit sebagai Sekretaris DPRD Medan di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Jumat (30/10/2026). Ia menjelaskan, BPBD juga telah menggelar simulasi kebencanaan untuk meningkatkan kesiapan personel menghadapi kemungkinan bencana.

“Intinya sudah mulai bagus. Sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sudah bisa ready. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kesiapan kita,” kata Rico Waas.

Selain menyiagakan personel, Pemko Medan terus melakukan upaya pengurangan risiko banjir melalui perawatan dan pembersihan saluran drainase. Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) secara berkelanjutan membersihkan drainase guna menjaga kelancaran aliran air. Menurut Rico, kondisi cuaca yang tidak menentu mengharuskan seluruh jajaran Pemko Medan selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan.

Kesiapsiagaan juga diperkuat melalui rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait, di antaranya Balai Wilayah Sungai (BWS), BMKG, Basarnas, BPBD, TNI-Polri, Kejaksaan, relawan, serta unsur kedokteran.

Rico mengatakan, Pemko Medan juga akan menggelar pertemuan dengan para kepala rumah sakit untuk memastikan kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan apabila terjadi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis segera.

Ia menegaskan, penanganan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai unsur dan dukungan masyarakat, bukan hanya pemerintah. Rico juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat intensitas hujan pada penghujung tahun diperkirakan cukup tinggi. Terlebih, BMKG telah beberapa kali mengeluarkan peringatan cuaca sejak 23 hingga 30 Oktober 2026.

“Lebih baik kita prepare, lebih baik kita waspada tinggi dibanding dianggap merasa biasa-biasa. Jadi memang harus memantau terus,” tegasnya.

Terkait lokasi pengungsian, Rico memastikan setiap titik yang telah diinventarisasi memiliki penanggung jawab. Data lebih dari 200 lokasi tersebut dilengkapi nama dan nomor kontak petugas sehingga memudahkan Pemko Medan memantau kondisi setiap tempat, termasuk jumlah warga yang harus mengungsi apabila banjir terjadi.

Pendataan ini diharapkan mempercepat koordinasi dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak, sehingga penanganan pengungsi dapat dilakukan lebih terarah. (Syahdan)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan