Diduga Tolak Pasien Tengah Malam, Oknum Dokter dan Perawat IGD RS Mitra Sejati Tuai Sorotan

Medan24 Dilihat

Medan – MetroOneNews.Com
Pelayanan Rumah Sakit Mitra Sejati kembali menjadi sorotan publik. Seorang pasien yang mengaku mengalami sakit serius diduga ditolak untuk dirawat inap dan diminta pulang oleh oknum dokter bersama perawat IGD pada tengah malam sekitar pukul 00.30 WIB.

Pasien tersebut diketahui bernama Dedek Sumarnak, Ketua NARASI PRESISI NKRI sekaligus Pimpinan Redaksi Media Online Dinding Berita.

Ia datang ke IGD Rumah Sakit Mitra Sejati di Jalan Karya Jaya, Medan, sekitar pukul 22.30 WIB karena penyakit diabetes yang dideritanya kambuh.

Menurut keterangannya, saat tiba di rumah sakit dirinya sempat diarahkan petugas untuk melakukan pendaftaran sebelum masuk ke ruang IGD. Setelah beberapa saat menunggu, pasien akhirnya mendapatkan tempat tidur pemeriksaan.

“Silakan pak naik,” ujar salah satu petugas saat mengarahkan pasien ke tempat tidur IGD.

Saat dilakukan pemeriksaan awal, pasien mengaku mengalami kondisi serius seperti gula darah tinggi mencapai angka 350, kaki semutan, telapak kaki kebas dan panas, serta kuku jempol kaki yang lepas akibat komplikasi penyakit yang dideritanya.

“Saya kambuh lagi suster, gula saya tinggi, kaki saya semutan, betis dan telapak kaki saya kebas serta panas,” ungkap Dedek Sumarnak kepada petugas medis.

Tak lama kemudian, pihak laboratorium kembali melakukan pemeriksaan kadar gula darah terhadap pasien tersebut. Namun, di tengah kondisi pasien yang masih lemah, keluarga mengaku kecewa karena pasien diduga tidak mendapatkan penanganan maksimal hingga akhirnya diminta pulang pada larut malam.

Peristiwa ini pun memicu perhatian dan kritik dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai pelayanan terhadap pasien, terlebih dalam kondisi darurat, seharusnya lebih mengutamakan sisi kemanusiaan dan keselamatan pasien.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen rumah sakit terkait dugaan penolakan pasien tersebut.

Kasus ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi instansi terkait agar pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dapat berjalan lebih profesional dan humanis.
(EWS)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan