Dorong Lahirnya Wirausaha Baru di Medan, Rico Waas Buka Peluang Kolaborasi dengan Talenta Digital 

Uncategorized77 Dilihat

 

MEDAN | Metro One News – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuka peluang kolaborasi dengan talenta digital muda untuk mendorong lahirnya wirausaha baru, menciptakan lapangan kerja, serta menghadirkan inovasi yang mampu menjawab berbagai persoalan perkotaan.

Pemko Medan siap mendukung pengembangan inovasi digital yang tidak sekadar mengandalkan teknologi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi jajaran Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI melalui Direktorat Jenderal Ekosistem Digital dan Direktorat Pengembangan Ekosistem Digital bersama penyelenggara Garuda Spark Nextpreneur 2026 Sumatera Utara di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan, Kamis (29/10/2026).

“Pemko Medan siap mendukung inovasi yang tidak hanya memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Rico Waas.

Rombongan tersebut terdiri atas Abdul Latif Wahid Nasution, Founder dan CEO Kepul yang bekerja sama dengan Komdigi dalam program tersebut, serta Abdul Rachman dan Fadli dari Komdigi. Dalam audiensi itu, Rico didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan Arrahmaan Pane serta Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Medan Hendra Ridho Gunawan Siregar.

Rico menegaskan, transformasi digital tidak cukup hanya dengan menciptakan aplikasi atau menghadirkan teknologi baru. Talenta muda juga perlu memiliki kemampuan membangun model bisnis yang berkelanjutan agar inovasi dapat digunakan masyarakat, menjawab kebutuhan pasar, dan memberikan nilai tambah secara ekonomi.

“Digitalisasi tidak bisa ditahan lagi. Tapi bagaimana kita tidak menjadi objek, melainkan menjadi subjek pembangunan tersebut. Kita yang mendorong dan membangun melalui digitalisasi,” tegasnya.

Ia mencontohkan Kepul, perusahaan rintisan asal Medan yang mengembangkan layanan digital di bidang pengelolaan sampah. Menurut Rico, inovasi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan sehari-hari dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus memiliki potensi ekonomi.

Rico juga mendorong talenta digital muda untuk mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan Kota Medan. Sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui inovasi digital antara lain pelayanan publik, pengelolaan lingkungan, dan penyediaan informasi lowongan kerja.

Khusus bidang ketenagakerjaan, ia menilai platform digital yang mampu mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan kualifikasi pencari kerja secara aktual dapat membantu masyarakat memperoleh akses informasi pekerjaan yang lebih luas dan sesuai kebutuhan industri.

Selain itu, Rico membuka peluang pemanfaatan teknologi untuk mendukung program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Dengan pendekatan digital, kontribusi perusahaan diharapkan dapat diarahkan pada kebutuhan pembangunan yang lebih terukur dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pemko Medan juga siap mendukung fasilitasi perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI) bagi talenta muda. Langkah ini dinilai penting agar karya, produk, dan inovasi yang dihasilkan memiliki perlindungan serta peluang untuk dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan.

Sementara itu, Abdul Latif Wahid Nasution menjelaskan bahwa Garuda Spark Nextpreneur 2026 bertujuan mendorong anak-anak muda di Medan mengembangkan usaha rintisan digital yang berpotensi tumbuh dari tingkat lokal hingga nasional.

Program tersebut menjadi wadah bagi talenta digital untuk mengembangkan keterampilan, menguji gagasan bisnis, memperluas jejaring, dan mempersiapkan diri menjadi wirausaha di tengah perkembangan ekonomi digital.

Dalam pemaparan program, panitia juga menyampaikan sejumlah peluang sinergi dengan Pemko Medan, terutama dalam pembinaan wirausaha muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sejumlah peserta telah mengembangkan gagasan di bidang pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, dan teknologi tepat guna yang berpotensi diselaraskan dengan kebutuhan pembangunan kota.

Pemenang dan finalis program juga berpeluang diarahkan ke program pembinaan UMKM melalui perangkat daerah terkait. Dengan demikian, gagasan yang dihasilkan tidak berhenti pada tahap kompetisi, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk, layanan, maupun usaha yang berkelanjutan.

Panitia turut mengundang Rico Waas untuk menghadiri Awardee Ceremony Garuda Spark Nextpreneur 2026 Sumatera Utara yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (30/10/2026), pukul 15.00–17.00 WIB di Lippo Plaza Medan.

Melalui kolaborasi pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan talenta digital, Pemko Medan berharap semakin banyak inovasi lokal yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, membuka peluang usaha, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi digital di Kota Medan. (Redaksi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan