KEK Sei Mangkei Membara! Pabrik Sabun Raksasa Jadi Lautan Api, 3 Nyawa Melayang di Depan Puluhan Wartawan

Berita15 Dilihat

SIMALUNGUN – MetroOneNews.com

Asap hitam pekat membumbung tinggi dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Di dalamnya, neraka benar-benar terjadi.

Si jago merah mengamuk dan melalap habis tiga bangunan pabrik berdinding seng milik PT Evyap Sabun Indonesia – pabrik yang memproduksi sabun, minyak goreng, dan pakan ternak. Api dengan cepat membakar bangunan utama setinggi 35 meter.

Di atas sana, terjebak. Tidak ada tangga darurat, tidak ada jalan keluar.

Saksi mata dengan mata kepala sendiri melihat pemandangan paling mengerikan hari itu. Tiga pekerja terlihat di bibir bangunan yang sudah terbakar. Di bawah mereka kobaran api, di belakang mereka asap yang menyesakkan. Dalam kepanikan, mereka mengambil keputusan terakhir yang paling memilukan: MELOMPAT.

Adegan detik-detik mereka melompat untuk menyelamatkan diri itu sempat terekam kamera wartawan di lokasi. Jeritan histeris pecah.

“Kami lihat mereka melompat. Kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar seorang saksi dengan suara bergetar.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan ketiga pekerja itu meninggal dunia di tempat setelah melompat dari ketinggian 35 meter. Jenazah mereka sudah dievakuasi ambulans ke rumah sakit terdekat. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan pengumuman resmi soal identitas dan nasib korban.

Tragedi ini begitu besar. Sebanyak 14 unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Batubara, Pemkab Simalungun, PT Inalum, TNI, KEK Sei Mangkei, plus 1 unit water canon Brimob Pematangsiantar berjibaku berjam-jam menjinakkan api. Lima unit ambulans disiagakan, karena diduga masih ada korban lain yang terjebak di dalam.

Suasana semakin mencekam saat puluhan wartawan yang hendak meliput dihadang. Seorang perempuan bermarga Boru Tarigan yang mengaku HRD perusahaan menghalangi.

“Mohon maaf, saat ini kami sedang berduka. Mohon pengertiannya untuk tidak masuk dulu,” katanya singkat.

Sekretaris FPM KEK Sei Mangkei, Ramlan Santoso, tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya, “Untuk sementara tiga pekerja yang melompat dari bangunan yang terbakar, tapi kami duga masih ada korban lain di dalam.”

Pabrik yang biasanya wangi sabun, kemarin berubah menjadi bau gosong, jeritan, dan duka mendalam. Tiga nyawa yang hanya ingin mencari nafkah, harus berakhir dengan cara yang paling tragis di depan mata banyak orang.

(EWS)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan