Pascabanjir, Rico Wass Perintahkan Damkar dan SDABMBK Medan Bersihkan Masjid hingga Jalan

Uncategorized88 Dilihat

 

MEDAN | Metro One News – Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus mempercepat pemulihan fasilitas umum (fasum) pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah. Kali ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) berkolaborasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) melakukan pembersihan rumah ibadah dan akses jalan yang terdampak banjir.

Kegiatan pembersihan tersebut dilaksanakan pada Kamis (29/10/2026) di sejumlah titik di Kecamatan Medan Johor dan Medan Maimun. Langkah ini dilakukan untuk memastikan fasilitas umum kembali bersih dan dapat digunakan masyarakat setelah genangan air surut.

Kepala DPKP Kota Medan, Wandro Malau, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas agar penanganan dampak banjir tidak hanya berfokus pada saat genangan terjadi, tetapi juga dilanjutkan dengan pemulihan lingkungan.

Menurutnya, kondisi rumah ibadah, jalan, dan lingkungan permukiman harus segera ditangani agar masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal.

“Pembersihan fasilitas umum pascabanjir ini merupakan tindak lanjut arahan Bapak Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Kami berupaya memastikan fasilitas yang digunakan masyarakat sehari-hari dapat kembali bersih dan berfungsi dengan baik setelah terdampak banjir,” ujar Wandro.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya DPKP bersinergi dengan SDABMBK untuk mempercepat penanganan di lapangan, khususnya pada lokasi yang membutuhkan pembersihan lumpur dan sisa material akibat banjir.

Di Kecamatan Medan Johor, petugas melakukan pembersihan Masjid Muslim di Jalan A.H. Nasution, Gang Jaya, Kelurahan Kwala Bekala. Pembersihan juga menyasar sepanjang Jalan Luku di kawasan Kwala Bekala.

Sementara di Kecamatan Medan Maimun, pembersihan dilakukan di Masjid Jami’ yang berada di Kelurahan Aur serta Masjid Ar-Rahman di Jalan Brigjend Katamso, Gang Pelita II, Kelurahan Kampung Baru.

Khusus di Masjid Ar-Rahman, petugas juga membantu menyediakan air bersih untuk mendukung kebutuhan masyarakat dalam proses pemulihan pascabanjir.

Wandro menegaskan, rumah ibadah menjadi salah satu prioritas pembersihan karena merupakan fasilitas penting bagi masyarakat dalam menjalankan kegiatan keagamaan maupun aktivitas sosial.

Selain itu, pembersihan akses jalan juga diperlukan untuk mengembalikan kenyamanan dan kelancaran mobilitas warga setelah banjir.

Ia berharap melalui koordinasi lintas perangkat daerah, proses pemulihan fasilitas umum dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran, sehingga masyarakat tidak terlalu lama merasakan dampak banjir.

Pemko Medan melalui DPKP dan SDABMBK pun terus melakukan penanganan di lapangan sebagai bagian dari upaya pemulihan lingkungan dan fasilitas publik sesuai arahan Wali Kota Medan Rico Waas. (Redaksi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan