Medan — MetroOneNews.Com| Polda Sumatera Utara kembali jadi sorotan setelah menggelar simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) yang menekankan kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi potensi gangguan keamanan hingga situasi darurat.
Simulasi ini bukan sekadar latihan biasa. Seluruh personel dilibatkan untuk memahami pola pengamanan markas, jalur komando, hingga langkah bertindak cepat sesuai eskalasi situasi di lapangan.
Arahan Whisnu Hermawan Februanto yang disampaikan melalui Wakapolda Sonny Irawan menegaskan bahwa kesiapan institusi harus selalu terjaga di tengah dinamika keamanan yang terus berkembang.
“Simulasi ini penting agar setiap personel tahu peran dan langkah yang harus diambil, baik saat jam dinas maupun di luar jam dinas,” tegasnya.

Respons Cepat Jadi Kunci
Dalam simulasi, pengamanan markas ditekankan sebagai sistem terpadu—bukan sekadar penjagaan rutin.
Personel dituntut mampu bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam situasi darurat.
Mulai dari sistem komunikasi, titik kumpul, hingga jalur pergerakan personel diuji secara menyeluruh agar respons di lapangan tetap terukur.
Tiga Level Siaga Diterapkan
Latihan juga mengasah pemahaman personel terhadap tiga tahapan situasi:
Hijau (aman & terkendali)
Kuning (waspada)
Merah (darurat/kritis)
Setiap level memiliki pola tindakan berbeda yang wajib dipahami seluruh anggota agar tidak terjadi kesalahan
respons saat situasi nyata terjadi.
Latihan Berjalan Lancar
Secara keseluruhan, simulasi berlangsung aman, tertib, dan mendapat apresiasi dari pimpinan atas kedisiplinan personel.
Lanjut ke Sispam Kota
Sebagai tindak lanjut, Polda Sumatera Utara akan menggelar latihan lanjutan berupa Sispam Kota yang dijadwalkan berlangsung Jumat mendatang.
Langkah ini menegaskan komitmen kepolisian dalam meningkatkan profesionalisme dan kesiapan menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah Sumatera Utara.
Simulasi ini jadi bukti bahwa kesiapan aparat bukan hanya reaktif, tapi sudah masuk tahap antisipatif—siap menghadapi berbagai kemungkinan sebelum benar-benar terjadi.
(EWS)








