Rico Waas Beri Peringatan Tegas kepada Camat dan Lurah: Jangan Tutup Mata Lihat Sampah Menumpuk, Segera Bersihkan!

Uncategorized39 Dilihat

 

Medan, Metro One News – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan camat dan lurah tidak boleh tinggal diam ketika menemukan tumpukan sampah di wilayah kerjanya. Setiap persoalan kebersihan harus segera ditangani, bukan dibiarkan hingga menumpuk dan meresahkan masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Rico Waas saat berdialog dengan warga dalam kegiatan Safari Jumat di Masjid Al Mukhlisin, Jalan Lukah, Kecamatan Medan Amplas, Jumat (30/10/26). Di hadapan jajaran Kecamatan dan kelurahan terutama Medan Amplas, Rico Waas secara khusus meminta seluruh aparatur kewilayahan lebih aktif menyisir lingkungan dan memastikan tidak ada titik penumpukan sampah yang luput dari penanganan.

“Jangan pula melihat sampah di tengah jalan, tetapi diam-diam saja. Kalau ada, harus dibersihkan. Ini jelas, ya. Pastikan dibersihkan,” tegas Rico Waas.

Rico Waas mengingatkan, persoalan kebersihan tidak boleh hanya menjadi urusan petugas pengangkut sampah. Camat dan lurah sebagai aparatur yang paling dekat dengan masyarakat harus mengetahui kondisi wilayahnya, termasuk titik-titik yang masih kotor dan membutuhkan penanganan segera.

Menurut Rico Waas, laporan masyarakat harus menjadi perhatian serius. Aparatur kewilayahan tidak boleh menunggu persoalan membesar atau baru bergerak setelah mendapat teguran.

“Kalau Bapak-Ibu menemukan permasalahan sampah yang menumpuk dan tidak ditangani, silakan laporkan. Tidak perlu takut menyampaikan. Saya akan mendukung masyarakat. Silakan sampaikan,” ujar Rico Waas yang hadir didampingi Pj Sekda Erfin Fahrurrazi dan segenap Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan serta Camat Medan Amplas Zulfahmi Tarigan.

Penegasan tersebut muncul setelah Rico Waas mendengarkan keluhan Teddy Saputra, seorang warga yang mengaku prihatin melihat kondisi kebersihan Kota Medan ketika beraktivitas sehari-hari.

Tedi mengungkapkan, pekerjaannya sebagai sales membuat dirinya kerap berkeliling ke berbagai kawasan di Kota Medan. Dari aktivitas tersebut, ia mengaku sering menjumpai tumpukan sampah di sejumlah lokasi, mulai dari parit, tanah kosong hingga lapangan.

“Saya berkeliling ke sana kemari melihat di parit ada sampah, di tanah kosong ada sampah, di lapangan juga ada sampah. Masyarakat pun masih seenaknya membuang sampah. Apakah aparat kelurahan dan kecamatan tidak memperhatikan kondisi itu?” keluh Tedi.

Mendengar kritik tersebut, Rico tidak langsung memberikan jawaban normatif. Ia justru meminta Tedi menyebutkan lokasi-lokasi yang menjadi persoalan agar dapat diteruskan kepada camat dan lurah untuk ditindaklanjuti.

Tedi kemudian menyebut sejumlah kawasan, di antaranya di sekitar perbatasan Perumnas Mandala Medan Denai, di jalan Pelangi serta jalan Sisingamangaraja. Ia juga menyampaikan bahwa persoalan sampah masih ditemukan di sejumlah lokasi lain ketika dirinya melintasi wilayah Kota Medan.

“Baik, nanti kita panggil lurahnya. Kita minta supaya dibersihkan. Di mana lagi daerahnya? Biar kita berikan perhatian,” kata Rico Waas.

Bagi Rico Waas, keluhan warga tersebut menjadi pengingat bahwa pengawasan kebersihan lingkungan harus dilakukan secara rutin. Ia pun meminta Camat Medan Amplas, Zulfahmi Tarigan memastikan seluruh kelurahan di wilayahnya terus disisir untuk menemukan titik-titik yang masih dipenuhi sampah.

Rico Waas bahkan meminta para lurah yang hadir berdiri untuk memastikan arahan tersebut didengar dan menjadi perhatian bersama. Ia menekankan, jangan sampai aparatur melihat sampah berserakan tetapi tidak mengambil tindakan.

Ketegasan Rico Waas kembali terlihat ketika seorang warga perempuan melaporkan adanya tumpukan sampah di lahan kosong di samping rumahnya, tepatnya di kawasan Selambo 6, Kelurahan Amplas, dekat masjid tempat kegiatan Safari Jumat berlangsung.

Warga tersebut mengaku sudah beberapa kali melaporkan persoalan itu. Meski laporan pernah ditanggapi, tumpukan sampah di lokasi tersebut masih menjadi keluhan warga.

Mendengar laporan itu, Rico Waas langsung meminta Lurah Amplas, Ardiansyah Lubis bertemu dengan warga dan memastikan titik persoalannya.

“Pak Lurah, kami perintahkan! Bapak temui Ibu tadi, tunjukkan di mana titik sampahnya, kemudian bersihkan! Bisa?” tegas Rico Waas.

Instruksi itu sekaligus menegaskan bahwa setiap laporan warga harus berujung pada penyelesaian konkret. Lurah tidak cukup hanya mengetahui adanya persoalan, tetapi harus turun langsung melihat kondisi lapangan dan memastikan penanganannya.

Rico Waas meminta jajaran kewilayahan meningkatkan perhatian terhadap kondisi lingkungan. Menurutnya, kebersihan kota tidak akan terwujud apabila pengawasan di tingkat paling dekat dengan masyarakat tidak berjalan maksimal.

Melalui Safari Jumat tersebut, Rico Waas menegaskan pemerintah membutuhkan keterlibatan masyarakat untuk mengawasi kebersihan lingkungan. Warga diminta berani melaporkan titik penumpukan sampah, sementara camat dan lurah wajib merespons dengan tindakan nyata. (Syahdan)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan