Banjir Rendam Tiga Desa di Aceh Tenggara, Ketinggian Air Capai 50 Sentimeter

Uncategorized58 Dilihat

 

Aceh Tenggara, Metro One News – Banjir merendam permukiman warga di tiga desa di Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Banjir dipicu meningkatnya debit Sungai Lawe Kongker setelah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari.

Tiga desa yang terdampak banjir yakni Desa Muara Baru, Desa Engkeran, dan Desa Paye Munje. Luapan air sungai menggenangi permukiman warga dengan ketinggian diperkirakan mencapai 40 hingga 50 sentimeter.

Genangan air tersebut mengganggu aktivitas masyarakat. Warga di wilayah terdampak belum dapat beraktivitas secara normal akibat permukiman mereka masih digenangi air.

Berdasarkan informasi sementara, jumlah warga yang terdampak masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai warga yang mengungsi maupun korban jiwa akibat bencana tersebut.

BPBD Turunkan Tim Reaksi Cepat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara telah melakukan kajian cepat terhadap kejadian banjir tersebut. Tim Reaksi Cepat (TRC) juga dikerahkan ke lokasi untuk memantau situasi, mendata dampak banjir, serta menghimpun informasi mengenai kondisi masyarakat dan wilayah terdampak.

Hingga laporan terakhir, genangan air dilaporkan belum surut. Petugas terus melakukan pemantauan untuk mengetahui perkembangan kondisi air serta mengantisipasi kemungkinan meluasnya dampak banjir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ir. Bahron Bakti, ST., MT., mengimbau masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar aliran sungai dan kawasan rawan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan debit air susulan.

Menurut imbauan tersebut, hujan dengan intensitas tinggi yang kembali mengguyur wilayah Aceh Tenggara berpotensi menyebabkan debit sungai meningkat dan memicu banjir susulan.

Masyarakat diminta terus memantau informasi resmi dari petugas kebencanaan setempat, mengamankan barang-barang penting, serta segera menjauh dari lokasi berbahaya apabila ketinggian air meningkat dan mengancam keselamatan.

Warga juga diharapkan tidak mengabaikan perkembangan kondisi di sekitar tempat tinggal, mengingat genangan air masih bertahan dan situasi di lapangan terus dipantau petugas.

Hingga kini, pendataan terhadap warga terdampak dan pemantauan kondisi banjir masih berlangsung. Perkembangan lebih lanjut akan bergantung pada kondisi cuaca dan penurunan debit Sungai Lawe Kongker.

(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan