Diduga Ada Judi Tembak Ikan di Kawasan Asrama Batalyon 125 Simbisa, Respons Dandim Tanah Karo Dipertanyakan

Berita, Hukum, Kriminal77 Dilihat

KARO, Metroonenews.com– Dugaan praktik perjudian jenis tembak ikan di kawasan Pos 3 Asrama Batalyon 125 Simbisa, Simpang Laudah, Kabanjahe, Kabupaten Karo, menjadi sorotan. Lokasi yang disebut-sebut tidak jauh dari Markas Polres Tanah Karo itu memunculkan desakan agar aparat segera melakukan pengecekan.

Berdasarkan informasi yang beredar, aktivitas permainan tersebut diduga mengandung unsur perjudian. Bahkan, muncul tudingan mengenai dugaan keterlibatan atau perlindungan oleh oknum anggota TNI bermarga Hutagaol yang disebut berpangkat Danprov. Namun, tudingan tersebut belum terverifikasi dan masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait.

Sorotan turut mengarah kepada Dandim 0205/Tanah Karo, Letkol Inf Robert Panjaitan. Seorang wartawan mengaku nomor teleponnya diblokir saat berupaya meminta konfirmasi mengenai dugaan aktivitas tersebut.

Peristiwa itu memunculkan pertanyaan terkait keterbukaan pejabat dalam merespons pertanyaan media atas persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat. Meski demikian, pemblokiran nomor telepon tidak serta-merta membuktikan adanya keterlibatan maupun pembiaran terhadap dugaan perjudian tersebut.

Aparat kepolisian diharapkan segera menindaklanjuti informasi yang beredar dengan memeriksa lokasi serta memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana perjudian. Jika terbukti melanggar hukum, pihak-pihak yang terlibat harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, dugaan keterlibatan oknum anggota TNI perlu ditelusuri melalui mekanisme pemeriksaan oleh institusi yang berwenang. Langkah tersebut penting agar persoalan ini dapat diungkap secara objektif dan tidak berhenti pada tudingan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Dandim 0205/Tanah Karo, Letkol Inf Robert Panjaitan, terkait dugaan pemblokiran nomor wartawan tersebut. Klarifikasi mengenai dugaan aktivitas perjudian maupun tudingan keterlibatan oknum anggota TNI juga masih diperlukan.

Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan. Seluruh dugaan dalam pemberitaan ini memerlukan verifikasi dan konfirmasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan