Program SIGAMBAR Polsek Medan Barat Dilirik Kepolisian Jepang dan JICA, Inovasi Kamtibmas Berbasis Kolaborasi Jadi Sorotan

Uncategorized66 Dilihat

MEDAN, Metro One News – Program SIGAMBAR (Sinergitas Gabungan Medan Barat) yang dikembangkan Polsek Medan Barat mendapat perhatian dari Kepolisian Jepang dan Japan International Cooperation Agency (JICA). Program inovatif yang mengedepankan sinergitas antara kepolisian, pemerintah, TNI, dan masyarakat tersebut dipelajari sebagai bagian dari pertukaran informasi mengenai sistem kepolisian dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Perhatian tersebut terlihat dalam kegiatan pertemuan daring atau Zoom Meeting antara Kapolsek Medan Barat Kompol Dr. Made Wira Suhendra, S.I.K., M.H., dengan perwakilan JICA dan Kepolisian Jepang, Jumat (23/10/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Polsek Medan Barat.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari program kerja sama dan studi banding mengenai sistem kepolisian Jepang. Dalam surat resmi JICA tertanggal 16 Oktober 2026, disebutkan bahwa pertemuan tersebut secara khusus bertujuan memperoleh informasi mengenai program SIGAMBAR yang diinisiasi oleh Kapolsek Medan Barat.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Kepolisian Jepang membuka kegiatan dengan sambutan, kemudian dilanjutkan pemaparan oleh Kompol Made mengenai konsep, mekanisme pelaksanaan, bentuk kolaborasi, serta dampak penerapan SIGAMBAR di wilayah hukum Polsek Medan Barat.

SIGAMBAR dikembangkan sebagai model kolaborasi kewilayahan yang menghubungkan masyarakat dengan kepolisian, pemerintah wilayah, TNI, serta berbagai pemangku kepentingan. Melalui pendekatan ini, berbagai persoalan masyarakat diharapkan dapat ditangani secara lebih cepat, terkoordinasi, dan melibatkan unsur terkait sesuai kewenangan masing-masing.

Dalam paparannya, Kompol Made menjelaskan bahwa gagasan SIGAMBAR salah satunya terinspirasi dari konsep community policing yang dipelajari melalui studi banding ke Jepang. Konsep tersebut menekankan pentingnya membangun hubungan kepercayaan antara polisi dan masyarakat sebagai salah satu fondasi dalam menciptakan keamanan lingkungan.

“SIGAMBAR kami bangun bukan sekadar sebagai aplikasi atau sarana komunikasi, tetapi sebagai model kolaborasi di tingkat kewilayahan. Esensinya adalah bagaimana teknologi digunakan untuk mendekatkan polisi dengan masyarakat dan memperkuat sinergitas seluruh unsur di lingkungan masyarakat,” jelas Kompol Made.

SIGAMBAR Hadirkan Posko dan Hotline Pengaduan Masyarakat

Dalam penerapannya, SIGAMBAR memiliki Posko SIGAMBAR di tingkat kelurahan serta layanan hotline yang memungkinkan masyarakat menyampaikan informasi, laporan, maupun permasalahan secara langsung.

Mekanisme penanganan laporan dimulai ketika masyarakat menyampaikan informasi melalui hotline. Informasi tersebut diterima oleh Perwira Pengawas (Pawas) Polsek untuk dilakukan respons awal, kemudian diteruskan kepada Posko SIGAMBAR sesuai dengan lokasi permasalahan.

Selanjutnya, persoalan yang dilaporkan ditindaklanjuti melalui koordinasi bersama tiga pilar dan pemangku kepentingan terkait. Dengan mekanisme tersebut, penanganan permasalahan tidak hanya bergantung pada kepolisian, tetapi juga mengoptimalkan peran pemerintah wilayah, TNI, masyarakat, dan unsur terkait lainnya.

“Alurnya sederhana, masyarakat menyampaikan informasi, kemudian diterima oleh Pawas, diteruskan ke Posko SIGAMBAR, selanjutnya bersama-sama tiga pilar mencari solusi dan menyelesaikan permasalahan sesuai kewenangan masing-masing,” ungkapnya.

Melalui pola kerja tersebut, SIGAMBAR diharapkan mampu mempercepat komunikasi antara masyarakat dan aparat, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam merespons berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

Kepolisian Jepang Gali Implementasi SIGAMBAR

Dalam sesi diskusi, perwakilan Kepolisian Jepang berkesempatan menggali lebih jauh mengenai implementasi SIGAMBAR, mulai dari konsep dasar hingga pelaksanaan program di lapangan.

Sejumlah Bhabinkamtibmas Polsek Medan Barat turut mengikuti kegiatan tersebut dan memberikan gambaran mengenai pelaksanaan program, termasuk pola koordinasi serta keterlibatan unsur kewilayahan dalam membantu penyelesaian persoalan masyarakat.

Menurut Kompol Made, pengalaman dan perspektif dari Kepolisian Jepang memberikan pemahaman penting bahwa pemeliharaan keamanan tidak dapat hanya dibebankan kepada institusi kepolisian. Diperlukan partisipasi aktif masyarakat serta dukungan berbagai unsur agar upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, yang kami bangun melalui SIGAMBAR adalah sinergitas antara polisi, pemerintah, TNI, masyarakat dan stakeholder lainnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, kolaborasi menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan SIGAMBAR. Melalui keterlibatan berbagai pihak, setiap persoalan dapat ditangani berdasarkan kebutuhan dan kewenangan masing-masing, sehingga penyelesaiannya diharapkan lebih efektif dan tepat sasaran.

Pola Kerja Personel Lebih Kolaboratif

Penerapan SIGAMBAR juga dinilai membawa perubahan terhadap pola kerja personel Polsek Medan Barat. Penanganan persoalan masyarakat dilakukan melalui pendekatan yang lebih kolaboratif, sehingga personel tidak harus bekerja sendiri dalam menyelesaikan setiap permasalahan.

Koordinasi dengan pemerintah wilayah, TNI, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya memungkinkan pemanfaatan sumber daya serta kewenangan yang dimiliki masing-masing unsur. Dengan demikian, penyelesaian persoalan dapat dilakukan secara bersama-sama sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan di lapangan.

Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat komunikasi antara aparat dan masyarakat, sehingga informasi mengenai potensi gangguan kamtibmas maupun persoalan sosial dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi yang lebih terarah.

Angka Kriminalitas Dilaporkan Menurun, Masuk Nominasi Kompolnas Award

Dari sisi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, data DORS menunjukkan adanya penurunan angka kriminalitas secara kuantitas dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sejak SIGAMBAR dijalankan.

Data tersebut menjadi salah satu indikator yang disampaikan terkait perkembangan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Medan Barat. Meski demikian, penilaian terhadap dampak program tetap perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain yang turut memengaruhi kondisi keamanan wilayah.

Selain itu, Polsek Medan Barat berhasil masuk dalam nominasi lima besar Kompolnas Award tingkat nasional. Pencapaian tersebut menjadi salah satu perkembangan positif bagi institusi tersebut dalam menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Perhatian Kepolisian Jepang dan JICA terhadap SIGAMBAR juga membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai pendekatan pemolisian berbasis masyarakat, khususnya dalam membangun kepercayaan publik dan memperkuat kolaborasi di tingkat kewilayahan.

Melalui program SIGAMBAR, Polsek Medan Barat terus mendorong penguatan sinergitas antara kepolisian, pemerintah, TNI, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, serta kondusif.

HUMAS POLSEK MEDAN BARAT

(REDAKSI)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan