Petani Gunungsitoli Curhat ke Bobby Nasution: Pupuk Mahal, Alsintan Terbatas hingga Bendungan Butuh Perbaikan

Uncategorized95 Dilihat

 

GUNUNGSITOLI | Metro One News – Kunjungan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution saat meninjau rehabilitasi jaringan irigasi Afia di Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, menjadi kesempatan bagi para petani untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini menghambat produktivitas pertanian.

Dalam dialog bersama petani dan tokoh masyarakat, sejumlah aspirasi mencuat. Mulai dari persoalan harga pupuk bersubsidi yang diduga dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan), kebutuhan alat pengering gabah, hingga kondisi bendungan induk Sungai Afulu yang membutuhkan perbaikan.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tetehosi Zega, Harozeki Zega, secara langsung menyampaikan berbagai keluhan tersebut kepada Gubernur Sumut.

Ia mengungkapkan, petani masih menghadapi kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi dengan harga sesuai ketentuan. Selain itu, keterbatasan traktor dan mesin perontok padi turut menjadi kendala dalam proses pengolahan lahan hingga pascapanen.

Para petani juga berharap adanya bantuan alat pengering gabah agar hasil panen dapat ditangani dengan lebih baik.

Tak hanya itu, Harozeki turut meminta perhatian pemerintah terhadap bendungan induk Sungai Afulu yang dibangun sejak era 1980-an dan dinilai membutuhkan perbaikan agar dapat menunjang kebutuhan irigasi pertanian masyarakat.

Menanggapi persoalan harga pupuk bersubsidi yang dijual di atas HET, Bobby Nasution mendorong adanya penyelesaian secara permanen melalui koordinasi antara pemerintah daerah, distributor pupuk, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kita ingin solusi permanen dan adil bagi semua pihak. Pembangunan irigasi ini adalah langkah awal, dan kita akan terus dampingi agar hasil panen petani terus meningkat,” tegas Bobby, Kamis (29/10/2026).

Sementara terkait permintaan bantuan alsintan dan alat pengering gabah, Bobby langsung menginstruksikan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara untuk melakukan pemetaan kebutuhan riil para petani.

Langkah tersebut dinilai penting agar bantuan pemerintah tidak sekadar menjadi program pengadaan, tetapi benar-benar sesuai kebutuhan kelompok tani dan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah untuk melihat langsung berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan.
Rehabilitasi jaringan irigasi Afia diharapkan mampu mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Namun, para petani juga menaruh harapan agar persoalan pupuk bersubsidi, keterbatasan alsintan, fasilitas pascapanen, serta perbaikan bendungan induk Sungai Afulu mendapat tindak lanjut nyata.

Sebab, peningkatan hasil pertanian tidak cukup hanya dengan membangun jaringan irigasi. Ketersediaan pupuk dengan harga sesuai ketentuan, peralatan pertanian yang memadai, serta infrastruktur pendukung juga menjadi kebutuhan penting bagi kesejahteraan petani.
(Redaksi Metro One News)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan